>

Ada 7 Dampak Kurang Sehat Dalam Susu Kental Manis


Akhir-akhir ini banyak beredar permasalahan tentang susu kental manis atau SKM.Kabarnya, SKM disinyalir meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak.Hal ini diakibatkan pemahaman yang salah tentang SKM.Soalnya SKM ternyata hanya mengandung sedikit susu atau bahkan tidak mengandung susu sama sekali.Akhirnya BPOM turun tangan dalam mengani hal ini.SKM sebenarnya dinilai juga kurang menyehatkan.

Seiring dengan pedoman gizi seimbang dengan menambahkan susu sebagai pelengkap, ada baiknya jangan asal memilah dan milih susu sembarang. Asal comot susu tanpa memperhatikan kandungan gizi di dalamnya juga berbahaya. Untuk tambahan informasi, ternyata tidak semua susu itu baik dan layak di konsumsi oleh kita. Banyak sekali jenis susu yang ada dan beredar di masyarakat. Oleh sebab itu, gizi yang harus di penuhi harus dengan susu yang sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa contoh dari jenis susu yang beredar banyak di masyarakat. Misalnya susu pasteurisasi, susu UHT, susu kambing, susu bubuk, sampai dengan susu kental manis. Menurut penuturan salah satu pakar ahli gizi, memilah susu yang paling baik adalah susu murni yang di peroleh dari proses pasteurisasi. Bahkan, kita juga di tuntut untuk mengerti bagaimana proses memproduksi susu tersebut.

Tidak semua susu baik untuk tubuh. Ada bahaya susu bubuk, namun lebih berbahaya susu kental manis. Meskipun di tinjau dari harga dan rasanya, susu kental manis memang cenderung unggul. Di berondong dengan harga yang murah, serta rasa yang legit membuat susu kental manis cukup di minati. Apalagi pada kelas kalangan menengah ke bawah. Lantas bahaya seperti apakah yang dimaksudkan? Simak ulasan berikut ini :

1. Kandungan protein dan kalsium rendah

Kebanyakan orang tua memberikan susu anak untuk membantu memperkuat kalsium tulangnya. Misal agar ia tumbuh menjadi tinggi. Sayang, adalah langkah yang salah jika memberikan susu kental manis. Karena para pakar menyebutkan bahwa susu kental manis bukanlah susu, hanya makanan penambah rasa. Kandungan kalsium dan protein yang ada pada susu kental manis sangat kecil. Yang ada anak bukan tambah tinggi namun tambah gemuk dan obesitas.

2. Memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi

Susu kental manis memiliki kandungan gizi cukup tinggi pada sajian per kemasannya. Jika ia di konsumsi oleh orang dewasa, gizi tinggi ini baik dan berguna bagi tubuhnya. Namun jika ia di konsumsi oleh anak di bawah usia 5 tahun, yang akan terjadi adalah susu tersebut akan berubah menjadi lemak jenuh yang tinggi. Tentu saja kondisi lemak jenuh yang tinggi ini tidak baik untuk anak.

3. Resiko terkena penyakit Diabetes Melitus

Penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit yang cukup populer di Indonesia. Ada banyak jenis, yakni DM1 dan DM2. Perbedaan diabetes melitus tipe 1 dan 2 ini cukup tenar juga. Masalahnya, mengapa diabetes menjadi penyakit pokok orang Indonesia? Alasannya karena menyukai makanan dan minuman yang manis. Sama hal nya ddengan susu kental manis ini. Kandungan gula yang cukup banyak, sehingga rasa manis yang muncul mampu menyebabkan konsumen terkena penyakit gula atau diabetes melitus. Tandanya adalah kencing dari pasien memiliki rasa manis.


4. Berpotensi gejala obesitas

Menurut penelitian yang di lakukan oleh Hasnia Suriadi menyebutkan bahwa susu kental manis memiliki kandungan gula yang tinggi. Hal ini di sebabkan karena memang karbohidrat yang terdapat pada sajian per kemasan cukup banyak. Rasa yang manis inilah yang akan menyebabkan konsumen menjadi obesitas jika ia rutin untuk meminumnya. Penyakit ini tentu saja akan menghambat perkembangan anak. Bukan saja secara fisik, namun juga mental. Maka jangan heran, jika susu kental manis adalah contoh makanan berbahaya bagi anak.

5. Anak balita mengalami batuk-batuk

Sajian per kemasan dari susu kental manis ini sebenarnya di tunjukan kepada anak yang usianya sudah cukup besar. Misalnya di atas 5 tahun. Besarnya kandungan gizi yang ada di dalam susu ternyata sangat membahayakan jika di konsumsi oleh anak anak balita (bawah lima tahun). Biasanya, anak anak balita yang rutin mengkonsumsi susu ini, selama 7 hari ke depan akan menyebabkan ia batuk batuk dan serak. hal ini di sebabkan karena tenggorokannya tidak kuat dengan kandungan yang ada di dalam susu. Untuk itu, susu kental manis menjadi makanan yang dilarang saat batuk.

6. Bisa menjadi pemicu sesak napas pada anak balita

Bagian poin nomer 4 sudah di sebutkan bahwa anak yang masih berusia balita sangat di sarankan untuk tidak mengkonsumsi susu kental manis. Sebab susu ini memiliki kandungan gula dan lemak yang cukup tinggi. Anak balita belum kuat untuk menerima gizi tersebut. Hal ini mengakibatkan adanya lendir pada bagian tenggorokan. Anak akan batuk pada malam hari saat tidur. Jika lendir ini tidak di buang, anak akan mengalami sesak napas.

7. Melemahkan daya tahan tubuh

Anak yang sejak kecil sudah terbiasa sakit sakitan, maka ia hanya memiliki sistim imuun yang kurang tinggi. Hal ini akan berdampak pada anak usia dewasa. Daya tahan tubuh anak yang lemah membuatnya menjadi rentan dan mudah sakit. Sehingga ketika ia terkena guncangan dari luar sedikit saja, tubuh tidak bisa menahan.

Itulah dampak atau bahaya dari susu kaleng. Setidaknya kita harus bijak dalam memilih susu yang baik. Karena sejatinya susu kaleng bukanlah susu, hanya pelengkap makanan dan penambah rasa.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru